

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berinteraksi, dan mengambil keputusan. Dalam dunia pendidikan, AI menghadirkan berbagai peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efisien. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pula tantangan yang tidak dapat diabaikan, seperti perlindungan data pribadi, bias algoritma, kesenjangan digital, penyebaran disinformasi, serta potensi pelanggaran hak asasi manusia. Kondisi ini menuntut adanya pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Buku "Pendidikan HAM di Era Kecerdasan Buatan: Membangun Etika, Keadilan, dan Kesadaran Digital" mengulas secara komprehensif hubungan antara pendidikan, hak asasi manusia, dan perkembangan kecerdasan buatan di era digital. Pembahasan dalam buku ini mencakup landasan filosofis dan etis AI, prinsip-prinsip HAM dalam ruang digital, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, peran guru di era kecerdasan buatan, tantangan serta dilema etis penggunaan AI, hingga pentingnya membangun literasi digital yang kritis, inklusif, dan berkeadilan. Buku ini ditujukan bagi pendidik, peserta didik, akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum yang ingin memahami dinamika hubungan antara teknologi dan hak asasi manusia. Dengan mengedepankan perspektif etika, keadilan, dan kesadaran digital, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi yang memperkaya wawasan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan di era kecerdasan buatan.
Buku
Rp 65.000
Penulis
Iksam., dkk
Penerbit
CV Intelegensiana
Terbit
Juli 2026